PONARI

> Daftar Isi <  Ponari di Masa Nabi saw - Ibnu Shayyad/Ibnu Sha`id  Sikap Islami Kepada Kahin & 'Arraf - Beda kahin dengan 'arraf  Sikap Islami Kepada Batu Ponari - Hajar Aswad - Firasat  Batu Dapat Mengobatikah? - Api dingin  Batu Mengobati Dahaga  Obat-obatan Non Kimia - AIR ZAMZAM - HIJAMAH (BEKAM) - MADU ASLI - HABBATUS SAUDA` (JINTAN HITAM)  Dosa Ponari - Usia baligh - "Pena diangkat" (Ralat untuk "Ngaji Pagi")  Untuk Apa Ponari Diciptakan di Jombang  Dokter Paling Hebat Sepanjang Sejarah - Alloh adalah dokter  Jangan Meminta Diruqyah - Meminta diobati oleh dokter?  Meruqyah Sendiri Adalah Sunnah Nabi Saw  Ruqyahlah Orang yang Meminta Diruqyah  Obat Sedih Paling Mujarab > Alhamdulillah, selesai ditulis secara kolektif pada: Senin 23 Maret 1430 H/2009 M <
 Ponari di Masa Nabi saw <

Tahukah Antum, bahwa di masa Nabi saw sudah ada ponari, tetapi lebih heboh daripada ponari Jombang yang tenar pada tahun 1430 H (2009 M) itu! Simaklah kisahnya berikut ini, sebagaimana dituturkan oleh Syaikh Bukhari dan Syeikh Muslim:
أَنَّ عُمَرَ انْطَلَقَ فِى رَهْطٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدُوهُ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِى مَغَالَةَ ، وَقَدْ قَارَبَ يَوْمَئِذٍ ابْنُ صَيَّادٍ يَحْتَلِمُ ، فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « أَتَشْهَدُ أَنِّى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - » . فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الأُمِّيِّينَ . فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِلنَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَتَشْهَدُ أَنِّى رَسُولُ اللَّهِ . قَالَ لَهُ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ » قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « مَاذَا تَرَى » . قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ يَأْتِينِى صَادِقٌ وَكَاذِبٌ . قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « خُلِطَ عَلَيْكَ الأَمْرُ » . قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « إِنِّى قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيئًا » . قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ هُوَ الدُّخُّ . قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ » . قَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ائْذَنْ لِى فِيهِ أَضْرِبْ عُنُقَهُ . قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلاَ خَيْرَ لَكَ فِى قَتْلِهِ ».

'Umar dan beberapa orang sahabat berjalan bersama Nabi saw menuju Ibnu Shayyad (diduga dajjal. Pent.), hingga mereka mendapatinya sedang bermain bersama anak-anak lainnya di dekat benteng menjulang Bani Maghalah. Saat itu Ibnu Shayyad nyaris baligh. Dia tidak menyadari hingga ditepuk pundaknya oleh Nabi saw. Maka Ibnu Shayyad memandangi beliau lalu berkata, "Aku bersaksi bahwa Anda adalah utusan untuk kaum buta huruf (bangsa Arab)." Lalu dia menanyai Nabi saw, "Apakah kau bersaksi bahwa aku utusan Alloh?" Nabi saw menjawab, "Aku beriman kepada Alloh dan para utusan-Nya." Lalu beliau balik bertanya, "Apa yang kau lihat sekarang?" Dia menjawab, "Datang kepadaku orang yang jujur dan orang pendusta." (Maksudnya beliau dan para sahabat yang datang). Nabi saw menjawab, "Pikiranmu rancu." Lalu beliau bersabda, "Aku telah menyimpan sesuatau untukmu." Dia menjawab, "Itu adalah dukh (asap)." Nabi saw bersabda, "Hinalah kau, karena kau tidak akan mampu melampaui kadar (kemampuan)mu." [Karena semestinya dia mengucapkan dukhân –bukan "dukh"]. 'Umar ra berkata, "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku memenggal lehernya." Nabi saw menasihatinya, "Jika benar dia ini dajjal, niscaya Anda tidak akan mampu membunuhnya . Bila bukan dajjal, tidak ada kebaikan bagi Anda dalam membunuhnya." Muttafaqun 'alaih.
Sementara itu, riwayat lain menyebutkan begini ini:
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاِبْنِ صَائِدٍ « مَا تُرْبَةُ الْجَنَّةِ ». قَالَ دَرْمَكَةٌ بَيْضَاءُ مِسْكٌ يَا أَبَا الْقَاسِمِ. قَالَ « صَدَقْتَ ».
Dari Abu Sa'id (namanya Sa'd bin Malik bin Sinan), bahwa Rasulullah saw menanyai Ibnu Sha`id (nama lain Ibnu Shayyad), "Tanah di Jannah berupa apa?" Dia menjawab, "Bagai tepung murni yang putih nan wangi, wahai Abul Qasim." Beliau bersabda, "Benar katamu." HR Muslim.
Riwayat lain menyebutkan hal yang cukup dahsyat:
عَنْ نَافِعٍ قَالَ لَقِىَ ابْنُ عُمَرَ ابْنَ صَائِدٍ فِى بَعْضِ طُرُقِ الْمَدِينَةِ فَقَالَ لَهُ قَوْلاً أَغْضَبَهُ فَانْتَفَخَ حَتَّى مَلأَ السِّكَّةَ فَدَخَلَ ابْنُ عُمَرَ عَلَى حَفْصَةَ وَقَدْ بَلَغَهَا فَقَالَتْ لَهُ رَحِمَكَ اللَّهُ مَا أَرَدْتَ مِنِ ابْنِ صَائِدٍ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّمَا يَخْرُجُ مِنْ غَضْبَةٍ يَغْضَبُهَا ».
Nafi' bercerita, "Ibnu 'Umar ra bertemu Ibnu Sha'id di sebagian jalan di Madinah, lalu Ibnu 'Umar mengatakan sesuatu kepadanya hingga ia murka, lalu ia pun membengkak menjadi besar hingga memenuhi jalan. Ibnu 'Umar masuk ke rumah Hafshah (saudarinya; istri Nabi saw) dan ia telah mendengar kejadian tersebut, maka ia pun menegur Ibnu 'Umar, "Semoga Alloh merahmatimu. Apa yang kau inginkan dari Ibnu Sha`id? Tidak tahukah kau bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tiada lain dia (dajjal) keluar disebabkan sesuatu yang menyebabkannya murka besar." HR Muslim.
Namun benarkah kisah Nafi' ini? Ataukah ia salah dalam bercerita? Wallâhu A'lam, sebab Ibnu 'Umar sendiri mengatakan:
لَقِيتُهُ لَقْيَةً أُخْرَى وَقَدْ نَفَرَتْ عَيْنُهُ - قَالَ - فَقُلْتُ مَتَى فَعَلَتْ عَيْنُكَ مَا أَرَى قَالَ لاَ أَدْرِى - قَالَ - قُلْتُ لاَ تَدْرِى وَهِىَ فِى رَأْسِكَ قَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ خَلَقَهَا فِى عَصَاكَ هَذِهِ. قَالَ فَنَخَرَ كَأَشَدِّ نَخِيرِ حِمَارٍ سَمِعْتُ - قَالَ - فَزَعَمَ بَعْضُ أَصْحَابِى أَنِّى ضَرَبْتُهُ بِعَصًا كَانَتْ مَعِىَ حَتَّى تَكَسَّرَتْ وَأَمَّا أَنَا فَوَاللَّهِ مَا شَعَرْتُ.
"Aku berjumpa dengannya yang kedua kalinya, sementara matanya telah membengkak. Aku menanyainya, "Sejak kapan matamu bengkak seperti yang kulihat ini?" Dia jawab, "Aku nggak ngerti." Kukatakan, "Kamu nggak ngerti padahal matamu terpasang di kepalamu!" Dia berkilah, "Jika Alloh mau, Dia mampu membuat mata ini di tongkatmu itu." Lalu dia mendengus seperti suara paling keras dari dengusan keledai yang pernah kudengar. Lalu sebagian teman-temanku mengatakan bahwa aku telah memukulnya dengan tongkat yang kubawa hingga tongkat itu pecah. Adapun aku sendiri demi Alloh tidak menyadari hal itu." HR Muslim.

 Sikap Islami Kepada Kâhin & 'Arrâf <

Kâhin adalah dukun. 'Arrâf adalah tukang tebak.
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فَقَدْ كَفَرَ/بَرِئَ مِمَّا أَنْزَلَ اللّه عَلَى مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ. [كفر: لفظ حم. برئ: لفظ د]
"Siapa saja yang mendatangi istri yang sedang haidl, atau mendatangi istri pada duburnya, atau mendatangi seorang dukun lalu membenarkan ucapannya, maka sungguh dia telah KAFIR terhadapa apa yang diturunkan kepada Muhammad.” HR. Ash-habus Sunan selain Nasa`i (dia hanya meriwa-yatkannya dalam ‘Isyratun Nisa`; tidak dalam kitab Sunannya), Darimi, & Ahmad, dengan sanad yang shahih.
Rasulullah saw bersabda pula:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً.
"Siapapun yang mendatangi tukang tebak lalu dia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam." HR Muslim dari hadits Shafiyah ra.
Beda antara kahin dan 'arraf. Kahin menangani hal-hal yang yang akan datang, sementara 'arraf menangani hal-hal yang telah lewat (misalnya menebak siapa pelaku pencurian, dsb.) [Lihat: Al-Minhaj 2/298]

 Sikap Islami Kepada Batu Ponari <

Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عُمَرَ - رضى الله عنه - أَنَّهُ جَاءَ إِلَى الْحَجَرِ الأَسْوَدِ فَقَبَّلَهُ ، فَقَالَ إِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ ، وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ .
'Abis bin Rabi'ah menuturkan bahwa 'Umar ra datang ke tempat Hajar Aswad lalu menciumnya, kemudian berkata, "Aku tahu bahwa kamu ini batu yang tidak bisa membuat madharat atau memberi manfaat, dan seandainya aku dulu tidak melihat Nabi saw menciummu pasti aku tak akan menciummu." HR Bukhari.
Hal ini diucapkan oleh 'Umar ra secara keras agar orang-orang di sekitarnya paham semua bahwa benda mati memang tidak dapat berbuat apa-apa meskipun sekaliber hajar aswad yang tenar dan tinggal di Masjidil Haram di Makkah itu, yang disebutkan dalam riwayat bahwa ia adalah batu dari jannah yang diturunkan ke bumi. Mungkin juga 'Umar ra mempunyai firasat bahwa kelak di kemudian hari ada orang-orang tolol yang menganggap batu dapat memberi manfaat-manfaat kepada pemujanya, sebab 'Umar ra termasuk hamba Alloh Swt yang mendapatkan karomah
إِنَّ ِللهِ عِبَادًا يَعْرِفُونَ النَّاسَ بِالتَّوَسُّمِ.
"Sesungguhnya Alloh mempunyai hamba-hamba yang mampu mengenali orang-orang cukup dengan firasatnya." Hadits hasan (ash-Shahihah 1693).
 Batu Dapat Mengobatikah? <

Dapatkah batu membocorkan kepala? Apakah batu dapat mengobati penyakit? Apakah api dapat membakar? Jawab:
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آَلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (68) قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ (69) وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ (70) الأنبياء.
"Mereka berkata, "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu jika kamu benar-benar hendak bertindak." Kami menegaskan, "Hai api! Menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim." Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi." Al-Anbiya` (21): 68-70.
Yaitu mereka ngaplo tanpa hasil, karena ternyata Ibrahim keluar dari kobaran api dengan selamat tanpa terbakar sedikit pun. Mereka terbengong-bengong melihat kejadian heboh itu. Bila kita melihat wajah bengong mereka saat itu pastilah kita terpingkal-pingkal karena sangatlah lucu.
Batu diberi kekuatan dapat membocorkan kepala, sebagaimana api diberi kekuatan dapat membakar. Pemberi kekuatan tersebut tiada lain adalah Alloh Swt. Karenanya, jika Alloh berkehendak melenyapkan kekuatan tersebut pastilah api tidak dapat membakar dan batu atau peluru tidak dapat merobek kulit. Cukup dengan ayat di atas, Antum telah dapat mengetahui jawaban bagi 3 pertanyaan lucu di atas.

 Batu Mengobati Dahaga <

Alloh Swt menceritakan:
وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ (60) البقرة.
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami katakan, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu memancarlah darinya 12 mata air . Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). "Makan dan minumlah rizki (yang diberikan) Alloh, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi secara merusak." Al-Baqarah (2): 60.
Ingatlah bahwa itu semua adalah DENGAN IZIN ALLOH SWT.

 Obat-obatan Non Kimia <

Tentang AIR ZAMZAM, Rasulullah saw bersabda:
خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ فِيْهِ طَعَامٌ مِنَ الطّعْمِ وَ شِفَاءٌ مِنَ السّقَمِ وَ شَرُّ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ مَاءٌ بِوَادِي بَرْهُوتَ بَقِبَّةِ حَضْرَمَوْتَ كَرِجْلِ الْجَرَادِ مِنَ الْهَوَامِّ تُصْبِحُ تَتَدَفَّقُ وَ تُمْسِي لاَ بَلاَلَ بِهَا. ‌
"Sebaik-baik air di atas muka bumi adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat makanan dan kesembuhan dari penyakit. Sedangkan air yang terburuk di atas muka bumi adalah suatu mata air di lembah Barhut; di puing-puing Hadramaut, bagaikan kaki belalang yang termasuk binatang hama; pada waktu pagi airnya sangat deras, lalu pada waktu sore sudah tidak ada tempat basah lagi padanya." HR Thabarani dari Ibnu 'Abbas ra, hadits hasan.
Tentang HIJAMAH (BEKAM), Rasulullah saw bersabda:
إِنْ كَانَ فِى شَىْءٍ مِمَّا تَدَاوُنَ بِهِ خَيْرٌ فَفِى الْحِجَامَةِ.
"Jika ada kebaikan dalam pengobatan yang kalian lakukan, maka itu terdapat dalam hijamah." HR Abu Dawud dll dari Abu Hirr ra; hadits shahih lighairihi.
مَنِ احْتَجَمَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ وَتِسْعَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى وَعِشْرِينَ كَانَ شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ.
"Siapapun yang berhijamah pada tanggal 17, 19, dan 21 (pada tiap bulan), niscaya menjadi obat bagi setiap penyakit." HR Abu Dawud dari Abu Hirr ra; hadits shahih.
Tentang MADU ASLI, Alloh Swt menjelaskan:
... يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (69) النحل.
"… keluar dari perutnya (lebah) suatu minuman yang beraneka warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda agung bagi kaum yang berpikir." An-Nahl (16): 69.
Tentang HABBATUS SAUDA` (JINTAN HITAM) Nabi saw bersabda:
إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ مِنَ السَّامِ.
"Sesungguhnya habbatus sauda` ini adalah penyembuh dari segala penyakit selain mati." HR Bukhari dari 'Aisyah ra.
Sementara itu hadits dari Abu Hirr ra yang muttafaqun 'alaih memuat redaksi yang sedikit berbeda yaitu:
فِى الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ السَّامَ » . قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَالسَّامُ الْمَوْتُ ، وَالْحَبَّةُ السَّوْدَاءُ الشُّونِيزُ .
"Dalam habbatus sauda` terdapat penyembuh dari segala penyakit selain sâm." Syaikh Ibnu Syihab (namanya: Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri) menjelaskan, "Sâm adalah mati, sedangkan habbatus sauda` adalah jintan hitam."

 Dosa Ponari <

Rasulullah saw bersabda:
رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمُبْتَلَى حَتَّى يَبْرَأَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَكْبَرَ.
"Pena diangkat dari 3 orang : orang tidur hingga bangun, orang diuji (riwayat lain: orang gila) hingga sembuh, dan anak kecil hingga dewasa (riwayat lain: hingga mimpi basah/baligh)." HR Abu Dawud dll dari 'Aisyah ra; hadits shahih.
Ponari masih berusia 10 tahun, sementara usia baligh bagi kaum lelaki adalah: 15 tahun, atau bila telah bermimpi basah, atau telah tumbuh bulu kemaluannya. Demikian penjelasan ulama` berdasarkan dalil-dalil shahih yang ada.
"Pena diangkat" maksudnya: ketiga orang tersebut tidak dibebani kewajiban menjalankan syariat Islam, sehingga tidak dicatat berdosa meskipun melakukan perbuatan dosa.

 Untuk Apa Ponari Diciptakan di Jombang <

Alloh Swt menegaskan:
... وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا (20) الفرقان.
"… dan Kami jadikan sebagian kalian sebagai ujian bagi sebagian yang lain, apakah kalian tetap bersabar. Rabbmu adalah Mahamelihat." Al-Furqan (25): 20.
Yakni diuji untuk dilihat apakah manusia tetap berada dalam al-haq atau melenceng darinya.

 Dokter Paling Hebat Sepanjang Sejarah <

Alloh Swt menceritakan begini perihal NABI ISA as:
وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ ... (49) آل عمران.
"Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Rabb kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Alloh; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Alloh …." Lihat: Ali 'Imran (3): 49.
Nabi Isa as menyembuhkan mereka cukup dengan usapan telapak tangan beliau. Karena itu beliau dijuluki al-Masîh (ahli usap), sebagaimana dajjal dijuluki al-Masih (tukang melancong, karena ia menjelajah seluruh dunia kecuali Makkah & Madinah).
Silakan digarisbawahi kata-kata Nabi Isa as "DENGAN IZIN ALLOH". Jadi hanya Alloh Dzat yang dapat menyembuhkan. Maka Alloh Swt itulah dokter yang sebenar-benarnya dan sejatinya. Sebuah hadits shahih menceritakan:
عَنْ أَبِى رِمْثَةَ, قَالَ أَبِى: أَرِنِى هَذَا الَّذِى بِظَهْرِكَ فَإِنِّى رَجُلٌ طَبِيبٌ. قَالَ « اللَّهُ الطَّبِيبُ بَلْ أَنْتَ رَجُلٌ رَفِيقٌ طَبِيبُهَا الَّذِى خَلَقَهَا ».
Abu Rimtsah bercerita, "Bapakku berkata (kepada Nabi saw): "Perlihatkan kepadaku daging yang tumbuh di punggungmu, sebab aku adalah dokter." (Riwayat lain: Nabi saw bertanya, "Apa yang akan Anda perbuat?" Dia jawab, "Bila itu penyakit, akan saya potong." –Dia mengatakan ini karena belum tahu bahwa daging tumbuh tersebut adalah tanda kenabian-) Nabi saw menjawab, "Alloh itulah dokter. Anda hanyalah seorang lelaki yang lembuh (kepada pasien), sementara dokternya adalah Dzat yang telah menciptakannya." HR Abu Dawud dll; hadits Shahih.
Alloh adalah dokter. Apa maksudnya? Syaikh Munawi menjelaskan:
الله الطبيب: أي هو المداوي الحقيقي بالدواء الشافي من الداء.
"Alloh adalah Tabib, maksudnya Dialah sebenarnya yang dapat menyembuh-kan dengan perantara obat yang menyembuhkan penyakit." (Buktikan di: Faidhul Qadir 1445)

 Jangan Meminta Diruqyah <

Rasulullah saw bersabda:
"يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ هَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ". فَخَرَجَ فَقَالَ: "هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ ، وَلاَ يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ."
"Akan masuk ke Jannah dari mereka (umat Muhammad saw) 70.000 orang tanpa dihisab." (Lalu beliau masuk rumah) Kemudian beliau keluar dan menjelaskan, "Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak mengundi nasib (biasanya dengan burung), tidak melakukan kay (mengecos badan dengan benda panas untuk meredakan sakit), dan bertawakkal hanya kepada Alloh." Muttafaqun 'alaih dari hadits 'Imran bin Hushain ra.
Bagaimana dengan meminta diobati oleh dokter? Syaikh Walid Muhammad Munabbih Saifun Nashr (murid Syaikh al-Albani) menjawab, "Tidak termasuk minta diruqyah, sebab obat-obatan dokter itu berdasarkan ilmu kedokteran, sementara ruqyah dengan jampi-jampi doa dan wirid itu hanya mengandalkan Alloh Swt tanpa ada kaitan antara obat (jampi) dengan penyakitnya secara langsung."

 Meruqyah Sendiri Adalah Sunnah Nabi Saw <

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِى الْعَاصِ الثَّقَفِىِّ أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَجَعًا يَجِدُهُ فِى جَسَدِهِ مُنْذُ أَسْلَمَ. فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ».
'Utsman bin Abil 'Ash ats-Tsaqafi mengadukan kepada Rasulullah saw akan rasa sakit yang ia derita di tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Maka beliau bersabda kepadanya, "Letakkanlah telapak tanganmu pada tempat yang sakit dari tubuhmu dan ucapkanlah "Bismillâh" 3x, dan ucapkanlah doa 7x (yang artinya): "Aku berlindung kepada Alloh dan Kemampuan-Nya dari keburukan apa yang kudapatkan dan kuwaspadai." HR Muslim.

 Ruqyahlah Orang yang Meminta Diruqyah <

جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ لَدَغَتْ رَجُلاً مِنَّا عَقْرَبٌ وَنَحْنُ جُلُوسٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلعم فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرْقِى قَالَ « مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ ».
Jabir bin 'Abdillah bercerita, "Seorang lelaki dari kami disengat kalajengking, saat kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw, maka ada orang berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkah saya ruqyah?" Beliau menjawab, "Siapapun dari kalian yang mampu memberi manfaat kepada saudaranya, hendaklah ia lakukan." HR Muslim.

 Obat Sedih Paling Mujarab <

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ:
« لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ. وَرَبُّ الأَرْضِ. وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ ».
Dari Ibnu 'Abbas ra, bahwa Nabi saw berdoa pada saat sedih (yang artinya): "Tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh yang Mahaagung lagi Mahaaris. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh Rabb singgasana yang agung. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh Rabb langit-langit dan Rabb bumi dan Rabb singsana yang mulia." HR Muslim.

Milikilah semua terbitan Perpustakaan Wakaf "Syeikh al-Albani" Solo
- Kamus istilah dalam Al-Qur'an
- Menyelami fiqih qurban
- Jangan sampaikan hadits dha'if & palsu
- Hukum usap wajah setelah doa
- Tahiyatul masjid selepas shubuh
- Bid'ahnya seruan "Ash-Shalatu Jami'ah" sebelum ied
- Sedetik pasca nikah
- Menyingkap rahasia hujan
- Hukum jabat tangan dengan perempuan
- Mereka berkelana!
- Doa setelah tilawah Al-Qur'an
- Tanya jawab seputar khutbah
- Tafsir az-Zumar & Shad
- Hukum nasyid islami
- Syarah kritis ngaji pagi
- Jotosan dengan setan. [Sebarkan. Ambil banyak diskon 20 %]

posted under |

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

(PILIHLAH JAWABAN YANG BENAR) 2 x 2 : 2 + 2 - 2 = ...

Sociable

Followers


Recent Comments