Di pengasingan Kebenaran

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا من يهدي الله فهو المهتدي ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا. أشهد أن لاإله إلاالله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أم بعد, فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلي الله عليه و سلم و شر الأمور محدثاتها, ألآ فإن كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار...
قال الله تعالي " يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ "
ال عمران :102
قال الله تعالي " يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسُُ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرُُ بِمَا تَعْمَلُونَ" الحشر: 8
قال الله تعالي " فَلَولاَ كَانَ مِنَ القُرُونَ مِنْ قَبلِكُمْ أُولُوْا بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الفَسَادِ فِي الأَرْضِ ِإلاَّ قَلِيْلاً مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مآأَتْرَفُوْا فِيْهِ وَكَانُوْا مُجْرِمِيْنَ " هود / 116
Kaum Musliemien Rohimakullah…

Sebagai khotib, kami mengajak kepada para jama’ah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ta’ala. Karena ketakwaan merupakan bekal kita di dunia sehingga dapat terselamatkan dari bara api neraka. Dan para salafus-sholih pun; dari kalangan sahabat, tabi’in dan tabi’ut-taabi’in senantiasa mewasiatkan ketakwaan kepada sahabatnya, sehingga dapat bimbingan oleh Allah ta’ala dalam melakukan aktifitas apapun.
Allah ta’ala berfirman:
" وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَابِ " البقرة:{197}
“Dan carilah perbekalan, karena sebaik-baik perbekalan adalah ketakwaan dan bertakwalah kepadaku wahai ulil Albab”. Al-Baqoroh: 197

Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad saw, para sahabatnya, keluarganya dan semua yang berpegang dengan sunnahnya hingga akhir zaman.

Kaum Muslimien Rohimakumullah…
Kembali kita mengingat, ketika Allah swt mengeluarkan Iblis dari Jannah karena keingkarannya tidak mau bersujud kepada Adam As, dengan dalih dia lebih baik daripada Adam as, ia berkata:
” أَنَاخَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ” (12)

"saya lebih darinya, Engkau ciptakan aku dari Api dan Engkau ciptakan ia dari tanah-“.
Mengenai ayat ini, Ibnu Qosim meriwayatkan dari Malik bahwa, pertamakali maksiat adalah Hasud dan sombong; hasudnya Iblis atas Adam agar keluar dari jannah, dan kesombongan Iblis tidak sujud atas Adam As.
Maka Allah pun mengeluarkannya dari Jannah. Dan perlu digaris bawahi, ketika ia akan dikeluarkan dari Jannah, ia pun bersumpah:
” قَالَ فَبِمَآأَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ {16} ثُمَّ لاَتِيَنَّهُم مِّنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ وَلاَتَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ {17}”

"Iblis menjawab:"Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (17) kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at)."
Para Mufassir berbeda pendapat tentang makna “Shirot Mustaqiem”, ibnu Mas’ud, Hasan dan Sa’id bin Zubair berpendapat, yaitu jalan menuju Makkah, maksudnya syaithon akan menghalangi dari ibadah haji. Kedua, menurut Jabir dan Muqotil, yaitu Islam itu sendiri. Dan ketiga, menurut Mujahid, yaitu dari kebenaran.
Dengan sumpah Iblis tadi, tidak berlebihan kita katakan bahwa sedikit sekali umat manusia yang mau kembali kepada fitrahnya yaitu Islam. Umat islam di belahan dunia ini bila di hitung maka masih terhitung sedikit bila dibandingkan dengan non Islam yang sangat beragam keyakinannya. Mereka tidak mau kembali kepada naungan Islam, bahkan mereka benci bila disebut nama Islam. Padahal Islam lah dien yang benar, yang mengantarkan manusia ke dalam jannahNya.

Kaum Musliemien Rohimakumullah…
Begitu pun dengan Umat Islam hari ini, bila kita cermati bersama, berapa persen dari mereka yang mau kembali kepada Islam yang benar. Kembali kepada ajaran Rosulullah dan sahabat-sahabatnya dan mereka – mereka yang mau mengikuti jejaknya hingga akhir zaman. Sungguh Mereka sangat sedikit sekali, sehingga menjadikan mereka asing di hadapan kebanyakan manusia. Ajaran Islam yang benar menjadi asing di hadapan para pemeluknya. Itulah Ahlu Gurobaa’, yang para ulama banyak menyebutkannya.
Ibnu Qoyyim rohimahullah (Madaarijus-salikien:3/194) ketika menyebutkan tentang asingnya dien Islam, beliau menyebutkan firman Allah:

"فَلَوْلاَ كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُوا بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ..."هود:116
"Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka…” Qs Huud: 116
Ayat di atas menyebutkan bahwa Ahlu Guroba’ itu mereka yang memiliki sifat-sifat yang terkandung dalam ayat tadi. Hal ini juga sebagaimana sabda Rosulullah saw:

"بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيْباً ، وَسَيَعُوْدُ غَرِيْباً كَمَا بَدَأَ ، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ . قِيْلَ : وَمَنِ الغُرَبَاءُ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : الَّذٍيْنَ يُصْلِحُوْنَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ "-
“Islam datang dengan keterasingan, dan akan kembali asing sebagaimana ia datang. Maka beruntung lah bagi mereka Ahli Guroba’. Dikatakan,”siapakah Al-Guroba’ itu yaa Rosulullah ??. Rosulullah menjawab”mereka-mereka yang membuat perbaikan ketika manusia berbuat kerusakan”.

Adapun hadits-hadits lain yang menerangkan tentang keasingan , diantaranya;

وَقَالَ الإمَامُ أحمدُ : حَدّثَنَا عبدُ الرّحمَن بن مَهْدي عَن زُهير عَنْ عَمرُو بن أَبي عَمرُو ـ مَوْلَى المطلب بن حَنْطَب ـ عَن المُطلّب بن حَنطَب عَن النَّبي صلى الله عليه وسلم قَالَ : (( طُوْبى لِلغُربَاء . قاَلُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، وَمَن الغُرَبَاء ؟ قَالَ : الَّذِينَ يَزٍيْدُوْنَ إٍذَا نـَقَصَ النَّاسُ )) . فمعناه : الذِينَ يَزيدُونَ خَيراً وإيماناً وتُقىً إذَا نَقصَ النَّاسُ مِن ذَلك.
1- Imam Ahmad telah berkata, telah memberitakan padaku Abdur-rohman bin Mahdi dari Zuhair dari Amru’ bin Abi Amru –Maula Muthollib bin Hantob- dari Mutholib bin Hantob dari Nabi saw, ia bersabda,”Beruntunglah orang-orang asing itu”. Para sahabat bertanya;”wahai Rosulullah siapakah mereka itu?” Rosul menjawab,”orang-orang yang memiliki tambahan ketika manusia memiliki kekurangan”. -Maknanya; orang-orang yang bertambah keimanannya dan kebaikannya ketika manusia melupakannya-.

وَفي حَديثِ الأعمش عَن أبي إسحَاق عَن أبي الأحوَص عَن عبدِ اللهِ بن مسعودٍ قاَلَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم (( إِنَّ الإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْباً . وَسَيَعُوْدُ غَرِيْباً كَمَا بَدَأَ . فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاء . قِيْلَ : وَمَن الغُرَبَاء يَا رَسُولَ الله ؟ قَالَ : النُّـزَّاعُ مِنَ القَبَائِلِ ))
2- Hadits A’madsy dari Abi Ishaq dari Abi Ahwas dari Abdillah bin Mas’ud ia berkata, telah bersabda Rosulullah saw,”sesungguhnya Islam telah datang dangan keterasingan. Dan akan kembali asing sebagaimana ketika ia datang. Maka beruntunglah orang-orang asing”. Para sahabat bertanya,”siapakah mereka itu wahai Rosulullah..??” ia menjawab,”jumlah yang sedikit dari sebuah kaum”.
وَفي حَديثِ عَبدِ الله بن عَمرُو قَالَ : قَالَ النَّبيُ صلى الله عليه وسلم ـ ذَاتَ يَوْمٍ وَنَحْنُ عِنْدَهُ ـ (( طُوْبَى لِلْغُرَبَاء . قِيْلَ : وَمَنْ الغُرَبَاءَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : نَاسٌ صَالِحُوْنَ قَلِيْلٌ فِي نَاسٍ كَثِيْرٍ ، وَمَنْ يَعْصِيْهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيْعُهُمْ )) .
3- Hadits Abdullah bin Amru’, ia telah berkata, telah bersabda nabi saw –pada suatu hari yang kami bersamanya- ,”beruntunglah orang-orang asing itu”. Para bertanya,”siapakah orang asing itu ya rosulullah …?” ia menjawab,”keberadaan orang sholih yang sedikit diantara orang banyak, dan orang-orang yang bermaksiat kepadanya lebih banyak dari pada orang-orang yang ta’at padanya”.
وَفي حَديث آخر (( بَدَأَ الإسلاَمُ غَرِيباً . وَسَيَعُوْدُ غَرِيْباً كَمَا بَدَأَ ، فَطُوْبَى للِغُرَبَاء . قِيلَ : وَمَنْ الغُرَبَاء يَا رَسُولَ الله ؟ قاَلَ : الَّذِيْنَ يُحيُونَ سُنَّتِي ، وَيُعَلِّمُونَهَا النَّاسّ ))

4- Dalam hadits lain,”Islam telah datang dengan keterasingan. Dan akan kembali asing sebagaimana ia telah datang. Maka beruntunglah orang-orang asing itu”. Para sahabat bertanya,”siapakah orang asing itu wahai rosulullah..?? ia menjawab,”orang-orang yang menghidungkan sunnahku dan mengajarkannya pada manusia”.

Maka dapat kita saksikan bahwa sifat-sifat mereka adalah; pertama,yang membuat perbaikan ketika manusia merusaknya. kedua, yang bertambah ketakwaan dan keimanannya ketika manusia melupakannya. Ketiga, yang sedikit dari sebuah kaum. Keempat, orang yang sholih berada diantara orang banyak yang mentaatinya sangat sedikit dan kelima, mereka-mereka yang menghidupkan sunnahku dan mengajarkannya pada manusia.
Lebih lanjut Ibnu Qoyyim mengatakan,”mereka adalah orang-orang asing yang terpuji dikarenakan jumlah mereka yang sangat sedikit, sedangkan kebanyakan manusia menyelisinya. Maka umat islam bila dibandingkan dengan kebanyakan manusia sangatlah asing, orang-orang mukmin dibandingkan dengan kebanyakan orang Islam juga asing, orang-orang alim dikalangan umat islam tergolong asing, Ahlu Sunnah yang menyelisihi Ahlu Ahwa’ dan Bid’ah termasuk asing, orang yang berdakwah kepada mereka dan sabar atas cercaan orang yang menyelisihinya tergolong sangat asing. Akan tetapi mereka semua adalah hamba Allah yang benar. Sebenarnya tidak ada keasingan atas mereka, akan tetapi keasingan mereka berada diantara kebanyakan manusia. Allah swt telah berfirman:
"وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ"
“Dan jika kalian menta’ati kebanyakan manusia di muka bumi ini, akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”

KHUTBAH II
إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا من يهدي الله فهو المهتدي ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا. أشهد أن لاإله إلاالله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أم بعد, فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلي الله عليه و سلم و شر الأمور محدثاتها, ألآ فإن كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار....
قال الله تعالي " يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ " ال عمران :102
Kaum muslimien rohimakumullah…
Setelah mengetahui akan keasinggan sebuah kebenaran di tengah manusia. Maka apakah kita kemudian mundur karena takut dengan semua itu, bukankah sudah menjadi sunnatullah bahwa kemudahan dan kesenangan itu akan dicapai dengan kesusah payahan, sehingga Rosulullah saw mengumpamakan mereka seperti orang yang memegang bara api yang panas ???. Dalam haditsnya;

من حديث أبي ثعلبة الخُشَني ـ قَالَ : سَأَلتُ رَسٌولُ الله صلى الله عليه وسلم عَن هَذهِ الآية { يَا أيُهَا الَّذِينَ آمنُوا عَلَيكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ} [ المائدة / 105 ] فَقَالَ : بَل ائتَمَرُوا بِالمَعْرُوف ، وَتنَاهَوا عَن المُنكَر ، حَتى إِذَا رَأيتَ شُحّاً مُطَاعاً ، وَهَوًى مُتَبعاً ، وَدُنيَا مُؤَثَرة ، وَإِعجَابُ كُل ذِي رَأي بِرَأيِه ، فَعَليَك بِخَاصَة نَفسِكَ وَدَعْ عَنكَ العَوَامَّ ، فإَنّ مِن وَرَائكُم أيَّامٌ الصّبرِ ، الصبرُ فيِهنّ مِثلُ قبَض عَلىَ الجَمرِ ، للِعاَمل فِيهِنّ أَجرٌ خَمْسِينَ رَجلاً يعَمَلوُن مِثلَ عَملَه ، قلتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أجرُ خمَسِينَ مِنهُم ؟ قاَلَ : أجرُ خمَسِينُ مِنكُمْ " " رواه أبو داود والترمذي

Dari Abi tsa’labah Al-Khusyoni dia berkata; Aku telah bertanya kepada rosulullah saw tentang ayat,” يَا أيُهَا الَّذِينَ آمنُوا عَلَيكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ [ المائدة / 105 ]- Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk – Maka Rosul saw bersabda: “hendaknya kalian amar ma’ruf dan nahi mungkar, sehingga kalian melihat suatu kekikiran ditaati dan hawa nafsu yang diikuti, dunia yang lebih didahulukan, setiap orang yang pintar akan heran dengan pemikirannya, dan engkau melihat suatu masalah yang tidak bisa engkau tangani. Maka jagalah dirimu dan biarkan manusia itu. Karena sesungguhnya di esok hari kesabaran orang yang bersabar itu bagaikan orang yang memegang bara api. Mereka mendapatkan pahala sama dengan lima puluh pahala seorang laki-laki yang beramal seperti itu”. Para sahabat bertanya; seperti lima puluh pahala diantara mereka?? “tidak, akan tetapi seperti lima puluh pahala diantara kalian” jawab Rosul.”. HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i

Tentang keasingan Islam, Ibnu Taimiyah berkata,”hal ini tidak kemudian - karena keasingannya - bahwa berpegang teguh dengannya akan menjadi buruk, akan tetapi dia adalah orang yang paling bahagia. Sebagaimana dikatakan dalam hadits,” فَطُوْبَىللِغُرَبَاء”-maka beruntunglah bagi orang yang asing itu-. Dia sebagaimana orang pendahulu pertama Islam yang harus diikuti walau pun mereka termasuk orang asing, akan tetapi mereka manusia yang paling bahagia. Di akhirat, mereka termasuk orang-orang yang tinggi derajatnya setelah para Nabi. Adapun di dunia, Allah telah berfirman;
" يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ" [ الأنفال / 64 ]
"Hai Nabi, cukuplah Allah menjadi Pelindung bagimu dan bagi orang-orang mu'min yang mengikutimu” Qs Al-Anfaal: 64
yaitu bahwa Allah sudah cukup bagimu dan para pengikutmu… Orang muslim yang mengikuti Rosulullah saw; Allah lah sudah cukup baginya, Dia pelindungnya di mana saja dan kapan saja”.

إنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَليَ النَّبي يَاأيُّهَا الَّذِينَ امَنوُا صَلُّوْا عَليَهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيْمًا...
- اللَّهُمَّ اغفِر لِلمُؤمِنِينَ وَ المُؤمِنَات وَ المُسْلمِينَ وَ المُسْلِمَات الأَحيَاء مِنهُم ْوَ الأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبُ ُمجِيبُ الدَّعوَات وَ قاَدِيَ الْحَاجَات بِرَحمتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ...
- رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآإِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآإِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ...
- رَّبَّنَآإِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَئَامَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ ... رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَاوَعَدتَنَا عَلَىرُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيعَادَ ...
- رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ...
أقم الصـــــــلاة...

posted under |

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

(PILIHLAH JAWABAN YANG BENAR) 2 x 2 : 2 + 2 - 2 = ...

Sociable

Followers


Recent Comments